Inspiry Logo
Header Background

Blog Detail

Membangun "Rumah Sakit Tak Kasat Mata": Disrupsi Rantai Pasok, Kesiapan Infrastruktur, dan Navigasi Regulasi Hospital at Home di Indonesia

Inspiry27 Februari 2026
Membangun "Rumah Sakit Tak Kasat Mata": Disrupsi Rantai Pasok, Kesiapan Infrastruktur, dan Navigasi Regulasi Hospital at Home di Indonesia
Oleh: Tim Strategis Inspiry Indonesia Konsultan
Mari kita awali dengan sebuah tesis yang mungkin terdengar radikal bagi sebagian besar eksekutif layanan kesehatan di Indonesia: Jika strategi ekspansi rumah sakit Anda di tahun 2026 masih berpusat pada pembebasan lahan dan penambahan jumlah tempat tidur, Anda sedang merancang sebuah jebakan finansial.
Tesis ini bukan sekadar provokasi kosong. Kesimpulan ini mengkristal dengan sangat jelas ketika tim Inspiry Indonesia Konsultan—bersama Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD, dan dr. M. Syahril Mansyur, Sp.P, MPH—menyelami inovasi-inovasi mutakhir di North Hall dan South Hall arena World Health Expo (WHX) & WHX Labs 2026 di Dubai pada 9 hingga 12 Februari lalu. Dunia tidak lagi berlomba membangun bangsal yang megah. Arus modal global kini dialihkan untuk membangun "Rumah Sakit Tak Kasat Mata"—sebuah ekosistem yang kita kenal sebagai Hospital at Home (HaH).
Namun, ada dua narasi yang sering luput dari perhatian para pembuat kebijakan dan direksi rumah sakit ketika membicarakan HaH: kedalaman rantai pasok teknologis dan kesiapan payung hukum.
Lebih dari Sekadar Kunjungan Medis: Sebuah Mahakarya Logistik
Realitas operasional dari Hospital at Home yang sukses di tingkat global bertumpu pada satu fondasi yang tak terlihat oleh pasien: keunggulan rantai pasok (supply chain) dan presisi perangkat diagnostik portabel.
Merawat pasien dengan tingkat keparahan akut (acute care) di ruang tamu mereka berarti memindahkan kapabilitas Intensive Care Unit (ICU) ringan tanpa memindahkan gedungnya. Bagaimana Mount Sinai Hospital di Amerika Serikat berhasil menurunkan tingkat readmission dan durasi perawatan melalui model ini? Jawabannya ada pada integrasi Command Center yang ditopang oleh perangkat Remote Patient Monitoring (RPM) yang terus-menerus mengirimkan data biometrik secara real-time ke dasbor rumah sakit (Mount Sinai Health System, 2018).
Mari kita geser pandangan ke regional Asia. Skeptisisme terbesar di Indonesia biasanya berkisar pada ketidakmampuan melakukan diagnostik kompleks di luar fasilitas medis. Namun, Chimei Hospital di Taiwan telah mematahkan argumen tersebut. Mereka sukses mengimplementasikan Patient-Oriented Hospital at Home dengan mendemonstrasikan kelayakan operasional mesin X-Ray portabel dan alat ultrasonografi langsung di samping tempat tidur rumah pasien (Chimei Hospital, n.d.). Keberhasilan di Taiwan dan institusionalisasi sistem serupa di Australia (Hospital in the Home Society Australasia, n.d.) membuktikan bahwa hambatan geografis dan diagnostik sudah berhasil diretas oleh kemajuan teknologi.
”Inovasi tanpa clinical governance yang kokoh adalah langkah yang berisiko. Potret Prof. Dr. Laksono Trisnantoro dan dr. M. Syahril Mansyur pasca-diskusi tertutup di area South Hall WHX Dubai bersama Mayo Clinic ini bukan sekadar kunjungan eksibisi. Ini adalah wujud nyata observasi strategis terhadap bagaimana institusi top global meredefinisi standar perawatan pasien, efisiensi operasional, dan desentralisasi layanan di era medis modern.”

Lensa Regulator: Menjawab Kegalauan Direktorat Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI
Di Indonesia, ide meletakkan alat berat dan melakukan perawatan akut di rumah pasien langsung memicu satu pertanyaan tajam dari para direktur RS: "Bagaimana dengan standar keselamatan pasien dan akreditasi dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Ditjen Yankes) Kemenkes?"
Banyak C-Level menganggap regulasi kita belum siap dan memilih untuk menunggu. Ini adalah kesalahan strategis. Jika kita membedah Cetak Biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan yang dicanangkan Kemenkes, model Hospital at Home adalah manifestasi sempurna dari irisan Pilar Ke-2 (Transformasi Layanan Rujukan) dan Pilar Ke-6 (Transformasi Teknologi Kesehatan) (Kementerian Kesehatan RI, 2021).
Kemenkes saat ini menyadari bahwa beban rumah sakit tersier rujukan dan klaim BPJS Kesehatan sudah di ambang batas kritis. Kegalauan utama Ditjen Yankes bukanlah pada penolakan inovasi, melainkan pada Quality Control (kendali mutu) dan Patient Safety (keselamatan pasien) saat tindakan medis keluar dari radius pengawasan fisik rumah sakit (Kementerian Kesehatan RI, 2024). Regulasi eksisting seperti Permenkes terkait Telemedicine dan Home Care tradisional belum cukup kuat untuk memayungi tindakan berisiko tinggi (acute care) di rumah pasien.
Oleh karena itu, Kemenkes tidak membutuhkan rumah sakit yang pasif menunggu regulasi. Mereka membutuhkan kolaborator yang berani membangun Regulatory Sandbox (ruang uji coba regulasi) yang aman dan terukur.

Akademia Pimpin, Industri Eksekusi: Menutup Celah Operasional & Regulasi

Di sinilah filosofi "Akademia Pimpin, Industri Eksekusi" harus menjadi navigasi utama transformasi RS Indonesia.

Untuk menjawab keraguan Ditjen Yankes, kajian klinis, efikasi, dan penyusunan policy brief (kertas kebijakan) yang dilahirkan oleh institusi seperti FK-KMK UGM bertindak sebagai penjamin mutu akademis (Akademia). Sementara itu, manajemen RS dan mitra supply chain seperti distributor alat kesehatan terkemuka bertindak sebagai penjamin mutu operasional (Industri).

Rumah sakit membutuhkan mitra strategis yang tidak hanya menyuplai alat, tetapi juga memberikan kepastian kalibrasi berstandar nasional secara berkala langsung di rumah pasien. Kemenkes (BFPK - Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan) tidak akan memberikan izin operasional HaH jika akurasi telemetri dan alat portabel tidak dapat dipertanggungjawabkan. Di titik inilah, ekosistem teknologi medis dari mitra industri distributor alat kesehatan menjadi kunci pembuka gerbang perizinan tersebut.

”Di tengah pusaran teknologi medis masa depan di North Hall WHX Dubai, Booth N39.B59 bertransformasi menjadi titik temu visi keperumahsakitan nasional. Sinergi tajam antara pakar kebijakan Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, representasi regulasi dr. M. Syahril Mansyur, dan ketajaman eksekusi industri dari tim Inspiry Indonesia membuktikan satu hal: arsitektur bisnis dan ekosistem klinis kita telah berkalibrasi dan siap memimpin era baru transformasi Rumah Sakit Swasta di Indonesia.”

Urgensi Waktu: Momentum di Taipei
Transisi menuju model ini bukanlah pilihan, melainkan keharusan strategis. Untuk mematangkan landasan akademis, operasional, dan usulan kerangka regulasi ini, kami mengundang para pemimpin visioner layanan kesehatan untuk berkolaborasi.
Waktu kita sangat terbatas. Mengingat hari ini telah memasuki tanggal 26 Februari 2026, tenggat waktu pengumpulan abstrak untuk The First Asia Pacific Congress in Hospital at Home (APHAH 2026) di Taipei tinggal menghitung hari, tepatnya pada 28 Februari 2026 (The First Asia Pacific Congress in Hospital at Home, 2026). Ini adalah momentum emas bagi Indonesia untuk membawa blueprint Regulatory Sandbox kita dan menyejajarkan standar perawatan klinis masa depan di kancah Asia-Pasifik.
Mari bersama-sama membongkar dinding rumah sakit secara legal, presisi, dan aman untuk membangun ekosistem kesehatan masa depan.

#HospitalAtHome #HealthcareInnovation #InspiryIndonesia #CLevelInsights #HealthcareStrategy #HealthTech #FKKMKUGM #APHAH2026


Daftar Referensi:

  • Chimei Hospital, Medical Centre. (n.d.). First successful adaptation in Taiwan: Patient-Oriented Hospital-at-Home.

  • Hospital in the Home (HITH) Society Australasia. (n.d.). About HITH. Diambil dari https://www.hithsociety.org.au/

  • Inspiry Indonesia Konsultan. (2026, February). Inspiry Team exploring WHX & WHX Labs Dubai 2026 [Dokumentasi Internal]. Dubai World Trade Centre.

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Cetak Biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024. Pusat Data dan Teknologi Informasi, Kementerian Kesehatan RI.

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

  • Mount Sinai Health System. (2018, Juli 2). Mount Sinai Hospital-at-Home [Video file]. YouTube. Diambil dari https://www.youtube.com/watch?v=1bAYdyhze9k

  • The First Asia Pacific Congress in Hospital at Home (APHAH). (2026). Information on APHAH 2026 Taipei. Diambil dari https://sites.google.com/tsohhc.org/aphah2026/home


Share this article

Membangun "Rumah Sakit Tak Kasat Mata": Disrupsi Rantai Pasok, Kesiapan Infrastruktur, dan Navigasi Regulasi Hospital at Home di Indonesia - Inspiry